Terowongan Istiqlal–Katedral Jadi Simbol Kerukunan dalam Kunjungan BMPTKKI


Bagikan:

JAKARTA – Kunjungan pengurus Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Indonesia (BMPTKKI) ke Masjid Istiqlal, Senin (9/3/2026), menghadirkan pesan kuat tentang simbol-simbol toleransi antarumat beragama di Indonesia. Salah satu yang mendapat perhatian adalah keberadaan terowongan penghubung antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

Terowongan tersebut merupakan gagasan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang dibangun untuk memperkuat simbol persaudaraan antarumat beragama. Jalur ini memungkinkan jemaat gereja memanfaatkan area parkir Masjid Istiqlal dan berjalan menuju Gereja Katedral saat beribadah, sebagai wujud nyata toleransi dan kerja sama.

Rombongan BMPTKKI yang dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. Stevri Lumintang berkesempatan meninjau langsung area masjid serta fasilitas di sekitarnya. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memahami sejarah dan filosofi pembangunan masjid nasional terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Dalam dialog bersama Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, disampaikan bahwa sejak awal pembangunan masjid ini telah mencerminkan semangat kebersamaan lintas agama. Hal itu terlihat dari fakta bahwa arsitek yang merancang masjid adalah seorang Kristen, yaitu Friedrich Silaban.

Menurut Nasaruddin Umar, fakta sejarah tersebut menunjukkan bahwa toleransi bukanlah konsep baru di Indonesia, melainkan sudah menjadi bagian dari perjalanan bangsa sejak awal. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terus merawat nilai tersebut agar tidak luntur di tengah dinamika sosial dan politik.

Dalam kesempatan itu pula, BMPTKKI menyampaikan bahwa mereka telah menerbitkan buku bertajuk Teologi Tanah Air: Ekoteologi Kristen bagi Keadilan, Keberlanjutan, dan Kebangsaan. Buku tersebut diluncurkan dalam perayaan Natal Kementerian Agama pada 29 Desember 2025 di Taman Mini Indonesia Indah.

Selain itu, para pengurus BMPTKKI juga menyampaikan rencana peluncuran buku penghargaan untuk Menteri Agama yang mengangkat tema teologi dan kurikulum cinta dalam keberagaman agama dan kepercayaan. Usulan bahkan muncul agar peluncuran buku tersebut dapat dilaksanakan di Masjid Istiqlal sebagai simbol dialog lintas iman.

Baca Juga  Pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra Medan Satria Resmi Dilantik

Kunjungan diakhiri dengan berkeliling kawasan Masjid Istiqlal menggunakan kendaraan buggy listrik hingga menuju terowongan Istiqlal–Katedral. Momen tersebut menjadi penutup yang sarat makna, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia.