Tingkatkan Sinergitas, Pewarna Indonesia Tandatangani MOU dengan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI


Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Id) dan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia menyepakati penguatan sinergi dalam mensosialisasikan visi besar dari Kementerian Agama terutama visi Dirjen Bimas Kristen.

Saat Penandatanganan MOU Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI dan Ketum DPP Pewarna Indonesia

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Thomas Pentury M.Si dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Yusuf Mujiono S.Th. Seremonial MoU dilakukan di ruang kerja Dirjen Bimas Kristen, Lantai 10 Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, Jalan M. H. Thamrin Nomor 6, Jakarta, Selasa (2/01/2018).

Bagi DPP Pewarna, penandatanganan tersebut merupakan anugerah yang Tuhan berikan dalam langkah organisasi di tahun 2018. Yusuf mengungkapkan syukurnya dan ucapan terima kasih atas momentum yang terjadi saat itu. Menurut Yusuf, Penandatanganan tersebut diharapkan memiliki dampak yang baik bagi harapan PEWARNA Indonesia yang memiliki keinginan kuat untuk merealisasikan sinergitas dengan berbagai lembaga-lembaga keumatan kristen di Indonesia pada tahun 2018 ini. Oleh sebab itu, masih menurut Yusuf, respon yang diberikan pihak Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI sangat membantu percepatan membangun dan membentuk jalinan dengan banyak pihak.

Sementara itu diungkapkan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., bahwa MoU ini adalah upaya Kemenag khususnya Dirjen Bimas Kristen untuk mensosialisasikan visi besar dari Kementerian terutama visi Dirjen Bimas Kristen.

“Ada berbagai keterbatasan dalam tugas membina masyarakat Kristen di Indonesia, terutama mensosialisasikan visi besar dari Kementerian, dan juga terutama visi Dirjen Bimas Kristen. Dan program-program kerjanya,” ungkap Prof. Pentury.

Baca Juga  RAKERDA I BAMAGNAS KOTA BEKASI, SIHOMBING HARAPKAN DUKUNGAN GEREJA DALAM MENUNTASKAN PROGRAM KERJA YANG DIPUTUSKAN

“Dan untuk yang satu ini menurutnya, bila melakukan kerja sama dengan pihak pers sangat baik. Itulah sebabnya, inisiatif bersama dalam penandatanganan kesepahaman untuk membina masyarakat Kristen di Indonesia menjadi bagian penting, dan dari seluruh program yang akan saya kerjakan sebagai Dirjen Bimas Kristen,” tambah Prof. Pentury memaparkan.

“Maka harapan dari sinergi ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kristen di Indonesia. Artinya, bukan sekedar kepentingan teman-teman di PEWARNA, tapi juga kepentingan kita semua.” lanjutnya menekankan.

Selain itu dari penandatanganan kesepahaman ini, pihak Ditjen pun berharap bisa mendapatkan feed back dari masyarakat, terhadap segala kegiatan kerja yang dilakukan oleh pihak Ditjen Bimas Kristen. Pihaknya, masih kata Dirjen, melakukan penandatanganan tersebut bersama PEWARNA Indonesia, lantaran PEWARNA Indonesia sebagai organisasi yang terdiri dari profesi kewartawanan yang memberi perhatian bagi masyarakat Kristen di Indonesia.

Kesepakatan yang dilakukan antara Bimas Kristen Kemenag RI dengan PEWARNA Indonesia adalah kesepakatan berbagi informasi dan melakukan kegiatan pembinaan bersama, yang adalah program-program direktorat mau pun sub direktorat yang berada di dalam Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI.

“Nanti kita yang memprogramkan di Kementerian Agama, Ditjen Bimas Kristen, dan Pelaksananya bisa saja bersama atau dilepas ke teman-teman PEWARNA,” Ungkap Prof Pentury..

Dari kesemuanya dalam rangka implementasi program besar dari Dirjen Bimas Kristen yang bertujuan untuk edukasi masyarakat Kristen di Indonesia. Dirjen Bimas Kristen pada tahun 2018 ini tetap terkonsentrasi pada bidang pendidikan.

“Mulai tahun ini kita sudah harus melihat prioritas pendidikan sebagai bagian penting,” begitu ungkap Rektor universitas Pattimura periode tahun 2012 – 2016.

Lebih jauh Lelaki kelahiran Ambon ini mengungkapkan bahwa, dalam pimpinannya, Ditjen Bimas Kristen akan melakukan penguatan institusi pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Penguatan kapasitas institusi itu akan dibarengi dengan penguatan sumber daya manusianya, Baik guru mau pun dosen. Sumber daya manusia dalam hal ini dosen, juga akan masuk sebagai skala prioritas. Dosen akan mendapat kesempatan untuk disekolahkan melalui program beasiswa. Selama ini Ditjen Bimas Kristen baru memberikan bantuan studi saja, yang sifatnya hanya bantuan tahunan saja. Sedangkan program beasiswa yang akan digulirkan ini adalah pembiayaan pendidikan dari mulai hingga selesai pendidikannya.

Baca Juga  Saatnya PELAHT Bangkit dan Menjadi Roda Penggerak Utama GPdI

“Program beasiswa tersebut bukan dirancang hanya untuk menjalankan pendidikan di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dan untuk memulainya, dosen yang masuk dalam kategori prioritas untuk merasakan program beasiswa ini adalah dosen-dosen yang memiliki NIP Kementerian Agama RI. Namun demikian tidak menutup kemungkinan pada dosen-dosen lainnya. Pendidikan luar negeri yang akan disasar adalah pendidikan di Korea dan Eropa. Mungkin nggak banyak tahun ini! lima sampai sepuluh bisa kita sekolahkan, ‘kan lumayan,” ungkap Profesor yang berulang tahun setiap tanggal 17 Mei ini.

“Dengan menyekolahkan sebanyak  lima sampai sepuluh orang pada tahun ini, maka pada tahun ke tiga atau ke-empat masyarakat Kristen di Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang mengalami peningkatan mutunya,” tegas Prof. Pentury.