Menjawab Kebutuhan Rohani Gereja yang Berkembang Pesat
Meskipun populasi Kristen di Laos hanya sekitar 4% dari total penduduk, mereka mengalami pertumbuhan yang pesat. Dengan semakin bertambahnya gereja-gereja baru dan semakin banyaknya kaum muda yang beriman, kebutuhan akan materi Alkitab yang semakin banyak menjadi sangat mendesak. Sebelumnya, pilihan bacaan rohani atau buku studi Alkitab dalam bahasa Laos sangat terbatas.
Proyek ini berkembang melalui kerja sama erat dengan Gereja Injili Laos (LEC) dan mitra lainnya, dengan visi melayani semua gereja di negara ini serta komunitas diaspora penutur bahasa Laos di seluruh dunia, termasuk mereka yang ada di Eropa dan Amerika Utara yang juga menangani kekurangan sumber studi Alkitab dalam bahasa ibu mereka.
Dengan tersedianya Alkitab Edisi Studi Laos kini, para pemimpin Lembaga Alkitab berharap dapat membantu para pendeta, pemimpin pemuda, dan individu Kristen terlibat lebih dalam dengan Kitab Suci, bertumbuh dalam iman, dan menerapkan kebenaran Alkitab di komunitas mereka.
Direktur Eksekutif Lembaga Alkitab Laos, Pairanya ‘Joy’ Sahassawas, percaya pada dampak positif Alkitab Edisi Studi ini. “Dalam jangka pendek, terbitan ini akan membantu orang percaya memahami Firman Tuhan dengan lebih jelas, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, serta memperdalam hubungan mereka dengan Kristus,” ungkapnya.
“Dalam jangka panjang, terbitan ini akan memperkuat gereja dengan mempersiapkan pendeta dan pemimpin dengan pengajaran yang benar, serta mengembangkan kedewasaan rohani, sekaligus melestarikan kebenaran Alkitab untuk generasi mendatang,” tambah Sahassawas. “Kami yakin bahwa dengan hadirnya Alkitab Edisi Studi Bahasa Laos ini, kami tidak hanya memberikan sumber daya rohani yang krusial bagi hari ini, tetapi juga meletakkan fondasi yang kokoh bagi umat beriman dan gereja Kristen di Laos di masa depan.”







