JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Tampil sebagai pembicara pertama, Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dengan lugas memaparkan soal Warna Damai Politik. Jenderal kelahiran Manado dan dikenal sebagai prajurit sejati, pilot terbaik TNI AD pada jamannya ini dengan tegas mengajak para pewarta Pewarna Indonesia untuk menjadi garda terdepan dalam mendamaikan konflik yang ada di bangsa Indonesia.
“Ditengah-tengah bangsa yang cenderung terjadinya konflik horisontal saat ini, Pewarna Indonesia harus menjadi pewarta yang mendamaikan konflik yang ada,” tegas Glenny yang mendapat julukan The Smiling Comandan ini.
Menurut Glenny, Jenderal pemberani yang nasionalis, setia pada Pancasila dan UUD 1945 ini, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia harus dapat mencerdaskan masyarakat lewat medianya.
“Pewarna harus bisa mencerdaskan dimanapun tempat yang saudara-saudara jumpai. Didalam perdebatan, ciptakan suasana damai. Dewasakanlah masyarakat kita agar tidak terjadi konflik,” jelasnya.
Lebih jauh Glenny menyatakan untuk menghindari konflik, jangan sampai menyerang pribadi seseorang, tetapi yang diserang adalah ide-idenya. “Yang diserang itu idenya bukan personalnya atau pribadi seseorang. Adulah pendapat-pendapat itu,” tegasnya.
Untuk bisa tampil mendamaikan konflik yang ada, tentu bukan sebuah persoalan yang mudah. Namun demikian Glenny memotivasi pewarta Pewarna untuk memiliki keberanian tampil dalam memberi warna dalam politik Indonesia.
“Pewarna harus berani terjun kemana saja agar memberi warna dalam politik saat ini. Pancasila, NKRI harus tetap dijaga jangan sampai konflik horisontal terjadi,” tegas Glenny pada bagian akhir paparannya.
Diskusi Interaktif yang berlangsung hari ini, Jumat (02/11/2018) di Hall MAG Lt. 3 GSKI Rehobot, merupakan kegiatan Pra Rakernas DPP Pewarna Indonesia yang dihadiri pewarta Pewarna dan Pimpinan Aras serta Ormas. Antara lain hadir; Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Pdt. Brigjen TNI (Purn) Drs. Harsanto Adi, M.Th., Sekjen Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Pdt. Drs. Mawardin Zega, M.Th., utusan PP GMKI, Perhimpunan Profesi Hukum Kristen Indonesia (PPHKI), dan beberapa ormas lain.







