Pesan Pdt. Dr. Manasye Mahayoni, MH di Worship Night NCCI: Dari Hamba Dosa Menjadi Hamba Kebenaran

Uncategorized
Admin
August 30, 2026 7:41 PM | 19:41 WIB
Bagikan: WA Facebook
Bagikan:

BEKASI, WARTANASRANI.COM— Momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi bagian dari refleksi spiritual dalam gelaran Worship Night yang diselenggarakan New Creation Community Indonesia (NCCI). Acara berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, dihadiri jemaat, panitia, para pendoa, serta sejumlah tamu undangan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Jaringan Doa Sekota (JDS), dan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA).

Dalam renungan yang disampaikan, Pdt. Dr. Manasye Mahayoni, MH mengajak seluruh jemaat untuk tidak hanya memaknai kemerdekaan sebagai peristiwa sejarah bangsa, tetapi juga sebagai momentum untuk memahami arti kemerdekaan secara spiritual.

Pesan tersebut diawali dengan pekik kemerdekaan yang disambut penuh semangat oleh jemaat. Dari momentum itu, Pdt. Dr. Manasye mengingatkan bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan dalam kehidupan, termasuk keberadaan umat beriman di tengah bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, etnis, budaya, dan agama.

Kemerdekaan Diraih dengan Pengorbanan

Dalam renungannya, Pdt. Dr. Manasye menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah sesuatu yang diperoleh secara cuma-cuma. Kemerdekaan lahir melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan dari berbagai latar belakang suku, etnis, dan agama.

Karena itu, kemerdekaan tidak seharusnya dipandang sebagai tujuan akhir. Kemerdekaan merupakan sebuah “jembatan emas” untuk membawa bangsa Indonesia menuju kehidupan masyarakat yang semakin adil, makmur, dan sejahtera.

Semangat tersebut, menurutnya, perlu terus diwujudkan melalui kehidupan nyata dengan membangun bangsa secara bersama-sama dan menghargai keberagaman yang ada.

Dari Hamba Dosa Menjadi Hamba Kebenaran

Memasuki refleksi spiritual, Pdt. Dr. Manasye mengutip 1 Korintus 6:20 sebagai dasar untuk mengingatkan umat mengenai harga sebuah kemerdekaan rohani.

Ia menekankan bahwa orang percaya telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar melalui pengorbanan Kristus. Karena itu, kemerdekaan yang diterima umat bukanlah alasan untuk hidup tanpa arah, melainkan panggilan untuk menjalani kehidupan yang benar.

Baca Juga  Viral Polisi Minta SIM Jakarta, Polda Metro Jaya Turun Tangan, Aturan SIM Nasional Dipertegas!

Kemerdekaan spiritual membawa perubahan status dan kehidupan, dari yang sebelumnya menjadi hamba dosa, kini dipanggil untuk menjadi hamba kebenaran.

Pesan tersebut menjadi inti renungan yang mengajak jemaat melihat kemerdekaan bukan sekadar sebagai kebebasan dari sesuatu, tetapi sebagai kesempatan untuk hidup dalam kebenaran, melakukan kehendak Tuhan, serta menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Tanggung Jawab

Lebih lanjut, Pdt. Dr. Manasye mengingatkan bahwa setiap kemerdekaan selalu membawa tanggung jawab. Orang yang telah dimerdekakan dipanggil untuk mengisi kemerdekaan tersebut melalui tindakan nyata.

Bekerja dengan sungguh-sungguh, melakukan kebajikan, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab tersebut.

Ia juga mengajak umat untuk membangun kerja sama dengan seluruh elemen bangsa tanpa melihat perbedaan latar belakang. Semangat persatuan dan gotong royong menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin baik.

Dalam konteks kehidupan berbangsa, kemerdekaan spiritual pun diharapkan tidak berhenti pada kehidupan pribadi, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan kontribusi kepada masyarakat.

Menjadi Anak-Anak Terang bagi Bangsa

Mengakhiri renungannya, Pdt. Dr. Manasye Mahayoni mengajak seluruh jemaat untuk terus mengucap syukur atas kemerdekaan yang telah dianugerahkan Tuhan, baik kemerdekaan bangsa maupun kemerdekaan spiritual.

Jemaat didorong untuk menjadi “anak-anak terang” yang menghadirkan kebaikan, kasih, dan damai di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat dalam gelaran Worship Night NCCI. Di tengah keberagaman bangsa Indonesia, umat diajak untuk tidak hanya menikmati kemerdekaan, tetapi juga mengambil bagian dalam menghadirkan kebaikan dan menjadi berkat bagi bangsa dan negara.

Melalui momentum tersebut, Worship Night tidak hanya menjadi ruang pujian dan penyembahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali makna kemerdekaan serta panggilan setiap orang percaya untuk membawa terang, persatuan, dan damai bagi Indonesia. (red)

Baca Juga  Institut Leimena dan Sekolah-sekolah Kristen Latih Guru Pemahaman Literasi Keagamaan Lintas Budaya