JAKARTA, WARTANASRANI.COM – Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia kembali menggelar rangkaian Seminar Character Building Sesi I (10/08/2026) bertempat di GSPdI House of Filadelfia (Jemaat Bellezza Permata Hijau). Dalam kesempatan ini, seminar menghadirkan pakar psikologi kepemimpinan organisasi dan teologi, Dr. Harmoni Ezra, sebagai narasumber utama dengan moderator Dr. Antonius Natan.
Acara yang dihadiri oleh insan pers, wartawan, serta pengurus PEWARNA dari berbagai daerah tersebut membedah pentingnya pemahaman kepribadian dan karakter melalui pendekatan psikologi modern yang diselaraskan dengan nilai-nilai firman Tuhan.
Analisis Tanda Tangan (Grafologi) dan Pemetaan Kepribadian
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pembacaan karakteristik individu melalui ilmu grafologi atau analisis tulisan tangan dan tanda tangan. Dr. Harmoni Ezra membedah tanda tangan sejumlah peserta seminar untuk menunjukkan kekuatan, potensi kepemimpinan, serta critical points (titik kritis) dari masing-masing individu.
Menjawab rasa penasaran peserta mengenai metode tersebut, Dr. Harmoni menegaskan bahwa grafologi bukanlah praktik ramalan atau keilmuan mistis, melainkan cabang ilmu psikologi proyeksi grafis yang berbasis analitis ilmiah.
“Grafologi ini murni ilmu sains dan psikologi proyeksi. Ketajaman goresan, pola garis, hingga tekanan tulisan mencerminkan karakteristik serta pola pikir seseorang. Ilmu ini dapat dipelajari secara ilmiah dan kerap digunakan dalam dunia profesional, seperti perbankan dan asesmen organisasi,” terang Dr. Harmoni Ezra.
Penyelarasan Psikologi dan Nilai-Nilai Transendental
Dalam sesi tanya jawab interaktif, peserta melontarkan berbagai pertanyaan seputar keterkaitan antara ilmu psikologi dan nilai-nilai kebenaran Alkitab. Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. Harmoni menjelaskan bahwa sains merupakan alat untuk mencari fakta dan realitas, sedangkan firman Tuhan adalah kebenaran yang mutlak dan tak berubah.
Ia menekankan bahwa pemahaman atas tipe-tipe kepribadian—baik dominan (merah), ekstrovert/populer (kuning), tenang/damai (hijau), maupun analitis (ungu)—bukanlah alasan untuk memaklumi kelemahan diri. Sebaliknya, hal itu menjadi pemetaan agar setiap individu dapat mengelola titik kritisnya.
“Karisma itu membuat orang terkesan, tetapi karakter yang teruji yang membuat seseorang dapat bertahan. Pembentukan karakter yang sejati adalah ketika kita mampu melampaui ego kepribadian kita dan berespon dengan benar sesuai teladan Kristus,” tegasnya.
Apresiasi dan Penyerahan Plakat
Di akhir sesi seminar, panitia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada narasumber dan moderator atas pemaparan materi yang dinilai sangat berbobot dan membuka wawasan insan pers. Penyerahan plakat penghargaan secara simbolis diserahkan oleh jajaran pengurus PEWARNA Indonesia, Bpk Muliadi dan Bpk Lukman, kepada Dr. Harmoni Ezra dan Dr. Antonius Natan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi doa bersama dan ramah tamah antar-anggota sebelum memasuki rangkaian seminar sesi berikutnya. (Red)
