Peran Strategis Wartawan dan Penguatan Karakter dalam Membangun Kerukunan Lintas Agama

Ragam
Admin
2 jam  | 2 jam  WIB
Bagikan: WA Facebook
blank
Bagikan:

JAKARTA, WARTANASRANI.COM — Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) dan insan pers menggelar Seminar Character Building Sesi II yang berfokus pada peran media dan jurnalis dalam menjaga kerukunan serta keberagaman di Indonesia. Acara ini dipandu oleh moderator Nik Irwan (Departemen Advokasi Pewarna Pusat) serta menghadirkan tokoh kebangsaan, pengusaha, sekaligus mediator lintas agama, Dr. John N. Palinggi, M.M., MBA, sebagai pembicara utama.

Mengedepankan Karakter dan Kebebasan Pers yang Bertanggung Jawab

Dalam pemaparannya, Dr. John Palinggi menekankan bahwa karakter yang jujur, rendah hati, dan berintegritas merupakan modal utama dalam menjalani kehidupan bermasyarakat maupun profesional. Ia mengingatkan kembali esensi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, di mana kebebasan pers harus dijaga tanpa sensor atau pemberedelan, namun tetap dibarengi dengan tanggung jawab moral untuk mengedukasi dan mengontrol sosial secara positif.

“Wartawan memiliki peran strategis. Jangan membeda-bedakan suku, agama, maupun etnis dalam mengabarkan berita. Semakin tinggi kebhinekaan dalam suatu komunitas, semakin kuat daya tahan dan kelentingannya,” ujar John Palinggi.

Kerukunan Agama dan Pendekatan Kemanusiaan

Seminar ini juga membahas mengenai dinamika hubungan antarumat beragama serta prosedur pendirian rumah ibadah sesuai Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. John menegaskan pentingnya memahami tahapan hukum dan administratif secara konsisten tanpa cepat menyerah atau menyalahkan lembaga seperti FKUB.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memisahkan domain teologi yang eksklusif dengan hubungan sosial kemasyarakatan (hablum minannas) yang bersifat inklusif. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan harus didahulukan tanpa memandang latar belakang keyakinan seseorang.

Pemberdayaan Ekonomi dan Solusi Konflik

Selain aspek spiritual dan hukum, John Palinggi menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi sebagai kunci menyelesaikan berbagai potensi perselisihan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Dr. H. Ahmad Basarah, M.H., Sambut Baik Dan Dukung Rencana Napak Tilas Rasul Jawa Yang Digagas Pewarna Indonesia

Ia mendorong kerja sama konkret seperti “penginjilan/kemitraan ekonomi” melalui optimalisasi lahan kosong dan pembentukan wadah usaha produktif guna menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda.

Di akhir sesi, peserta memberikan apresiasi atas pemaparan yang dinilai lugas, realistis, dan memberikan perspektif baru bagi para jurnalis dalam mengawal isu-isu keberagaman di Indonesia. (Red)