Pernahkah kita merasa lebih tinggi hanya karena berhasil menemukan kesalahan orang lain?
Kita melihat kekurangannya, membicarakan kegagalannya, mengkritik keputusannya, bahkan terkadang menjadikannya bahan pembicaraan. Tanpa sadar, kita merasa lebih baik karena orang lain terlihat lebih buruk.
Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: jangan-jangan, ketika kita merendahkan orang lain, justru kita sedang merendahkan diri sendiri?
Sebab ketinggian seseorang tidak ditentukan oleh seberapa rendah ia dapat membuat orang lain terlihat. Orang yang benar-benar memiliki kebesaran hati tidak membutuhkan penghinaan untuk menunjukkan bahwa dirinya lebih baik.
Merendahkan orang lain sering kali bukan menunjukkan bahwa kita kuat, tetapi justru memperlihatkan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang sedang membutuhkan pengakuan.
Kita perlu ingat, tidak ada manusia yang sempurna. Hari ini mungkin kita sedang melihat kelemahan seseorang, tetapi tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita di masa depan. Hari ini kita mungkin sedang berdiri, sementara orang lain sedang jatuh. Namun kehidupan dapat berubah dalam sekejap.
Karena itu, Elohim mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam memperlakukan sesama.
«“Janganlah kita saling membenci, saling menggigit dan saling menelan. Karena itu, janganlah kamu saling membinasakan.”
Galatia 5:15»
Menegur seseorang karena kasih berbeda dengan merendahkannya karena kesombongan. Menolong seseorang melihat kesalahannya berbeda dengan mempermalukannya di hadapan orang lain.
Kita tidak dipanggil untuk menjadi tinggi dengan cara membuat orang lain merasa rendah. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang mampu mengangkat mereka yang sedang jatuh, menguatkan mereka yang lemah, dan menunjukkan kasih bahkan ketika kita melihat kekurangan mereka.
Sebab pada akhirnya, keluhuran bukan terlihat dari seberapa tinggi kita menempatkan diri di atas orang lain, tetapi dari seberapa rendah hati kita memperlakukan mereka.
Jangan membangun harga diri dengan meruntuhkan harga diri orang lain.
Karena bisa jadi, ketika kita merasa sedang merendahkan orang lain, sesungguhnya kita sedang memperlihatkan betapa rendahnya hati kita sendiri. (rt / rgy)
