BEKASI, WARTANASRANI.COM – Bertempat di Hotel Horison Bekasi, HKBP Distrik XIX Bekasi yang membawahi 3 daerah tingkat II, yakni: Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor, menggelar Lokakarya (Semiloka) Marturia, Sabtu (23/9/2017).
Acara yang merupakan bagian dari program tahun pendidikan dan pemberdayaan di HKBP ini mengambil tema; “Firman Allah mendidik dan memperlengkapi setiap orang untuk perbuatan baik” (2 Timotius 3:16-17) dan sub tema; “HKBP Distrik XIX Bekasi terpanggil menata diri dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan warga gereja dan masyarakat”.
Menurut Ketua Pelaksana, Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min, pelaksanaan Lokakarya yang menghadirkan pembicara-pembicara kompeten dalam pelayanan Marturia di HKBP ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Marturia yang selama ini belum maksimal disebabkan gereja yang sibuk dengan pelayanan rutinitas
“Masih banyak pelayanan yang harus dikerjakan khususnya jemaat-jemaat yang kurang terjangkau karena bekerja di perindustrian seperti di Cikarang. Jadi kami harapkan melalui Lokakarya Marturia Distrik Bekasi ini, menghasilkan orang-orang yang terpanggil untuk turut ambil bagian dalam pelayanan marturia, sehingga boleh menjangkau pelayanan, khususnya yang belum disentuh oleh gereja, dimana gereja selama ini sibuk dengan pelayanan rutinitas,” kata Pdt. Samsir Deli Sinaga.
Pdt. Samsir Deli Sinaga, D.Min., Ketua Pelaksana Lokakarya (Semiloka) Marturia HKBP Distrik XIX Bekasi
Dijelaskannya, selama ini HKBP Distrik XIX Bekasi sudah memulai namun diakuinya belum berjalan seperti yang diharapkan.
“Selama ini memang sudah kita mulai, tapi masih terbatas hanya pada kegiatan social dan juga untuk pelayanan Rutan atau Lembaga Pemasyarakatan yang berada di Bulak Kapal. Sementara untuk Rumah Sakit dan juga untuk masyarakat atau jemaat yang bekerja di Industri termasuk juga mahasiswa belum terjangkau,” jelasnya.
Secara terang-terangan, Ketua Pelaksana ini mengungkapkan kendala yang ada dilapangan kepada redaksi wartanasrani.com “Sejujurnya, kami lihat bahwa pelayanan Marturia di setiap gereja itu masih kurang dukungan dari pimpinan jemaat. Belum adanya sinergitas karena para parhalado dan dewan-dewan belum mengerti apa itu pelayanan Marturia di tengah-tengah pelayanan gereja,” terangnya.
Melihat kendala yang ada, Pdt. Samsir Sinaga berharap melalui Lokakarya (Semiloka) dapat menjembatani permasalahan yang dihadapi. “Kita mengundang para dewan marturia dan seksi zending dari setiap gereja untuk mengikuti Lokakarya supaya boleh menghasilkan tim yang solid untuk kedepan dan membuahkan pelayanan Marturia yang berkualitas di Distrik Bekasi,” harap Pdt. Sinaga mengkahiri wawancara.
Harapan yang sama-pun dilontarkan para peserta Lokakarya yang berlangsung dari Pukul 08.30 sampai Pukul 18.00 WIB.
“Lokakarya ini membuka wawasan bagi kami peserta, khususnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan Marturia sehingga kami dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menjangkau berbagai elemen masyarakat yang belum terjangkau oleh gereja atau huria setempat,” ujar Imelda Br. Gultom salah seorang peserta kepada Warta Nasrani.
“Harapan saya, dengan adanya Lokakarya Marturia ini, tingkat pelayanan HKBP di Distrik XIX Bekasi semakin maksimal untuk membawa banyak jiwa yang menerima Tuhan Yesus dalam kehidupannya sehari-hari,” tambah untusan HKBP Resort Maranatha Tambun ini penuh harap. (RSO)







